Langsung ke konten utama

Di ujung Luka


Di ujung Luka…
termangu dalam kesedihan
sang waktu masih setia
mengiringi alunan sakit hati ini
sendiri tanpa hadirmu
hanya rintik hujan yang tetap setia
membasuh bayang wajahmu
Di ujung luka…
Senja datang dengan kerinduan
menutup hari hari kian berlalu
hilang asa menantimu
12 purnama tlah kutempuh
sepi tanpa dirimu
Di ujung luka…
bayang wajahmu
slalu ingatkanku
akan dirimu …
yang snantiasa cerahkan hariku
tapi apa kata takdir berucap
tiada kata, tanpa sebab
hilang dirimu bersama waktu
Di ujung luka…
dalam temaramnya hati ini
dalam kelamnya hidup ini
aku menulis …
sebuah guratan penuh arti
berharap dirimu tuk kembali …

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masa Lalu Menyakitkan

saat itu lah aku berani mengenalmu.. karna perasaan ku terhadapmu melebihi perasaanmu kepadaku.. tp kenapa kau hancurkan aku.. hanya karna   wanita   yang sempurna dimatamu.. aku memang bukan yang terbaik buat  kamu .. tapi asal kamu tau aku ingin jadi yang terbaik buat kamu.. harapan   itu telah pupus.. karena adanya wanita lain dihatimu.. mungkin saja wanita itu memang terbaik buad kau.. dibandingkan aku.. SEMOGA KAU SELALU BAHAGIA

Tersudut Senja

Terlarut aku dalam buai   semu dikala   sang fajar   telah memudar diantara embun kala pagi itu dua mata bertemu hingga kujatuhkan hati diantaramu sungguh bahagia rasaku mencintaimu namun,setelah semuanya berlalu kau   derakan perpisahan padaku tangis ini tak lagi membatu hingga aku harus teriak merobek malam dan tersungkur di sudut senja dengar sayang…… seribu kenangan itu telah terpatri dalam hatiku hingga sulit ku terima kenyataan kau telah berlalu…

Mimpiku

Terbangun aku dari tidurku Yang bermimpikan dirimu Dirimu yang kini tak lagi bersamaku Mengapa? Rasa ini kembali datang Setelah sekian lama ku buang jauh Sampah bagiku jika ku memikirkanmu Namun, mengapa? Aku selalu bermimpikan dirimu Aku telah berjanji pada diriku untuk tak memikirkanmu lagi Tapi, mengapa semakin sulit aku melupakanmu? Sampah, kau sampah! Yang seharusnya ku buang! Tapi mengapa kau selalu menjadi bunga tidurku?